Istilah hymn adalah istilah yang tidak asing kita dengar
karena dunia gereja reformed banyak memakai istilah ini. Apa itu hymn? Hymn merupakan sebuah jenis lagu, yang secara
spesifik ditulis dengan tujuan pujian, penyembahan ataupun doa. Kata hymn berasal dari bahasa Yunani yaitu hymnos yang berarti
lagu pujian. Dengan pengertian lain, hymn merupakan salah satu
penghantar ibadah, atau juga bagian dari ibadah yang didalamnya terkandung
pengertian tentang puji-pujian yang ditujukan kepada Allah. Disini jelas bahwa
hymn awalnya dipakai dalam gereja-gereja.
Perkembangan
awalnya hymn berasal dari 3 tradisi yaitu Mesir (the Egyptian Great Hymn to the
Aten yang dikarang oleh Firaun Akhenaten), Hinduism (The Vedas) dan dari Yahudi
(the Psalms). Sedangkan dari Barat
berkembang dari kebudayaan Yunani (The Homeric Hymns yang dikarang oleh penyair
dari Alexandria bernama Callimachus.
Saat ini yang akan dibahas secara spesifik
tentang hymn Kristen yang model awalnya berbentuk Mazmur dan bentuk puitis lainnya (yang sering disebut dengan
canticles) yang diambil dari Alkitab.
Hymn kristiani secara umum ditujukan untuk menyembah Allah, dengan
tujuan utama yaitu pengenalan akan Yesus baik secara langsung maupun tidak
langsung.
Hymn
kristiani seringkali ditulis dengan tema khusus dan tema musiman dan digunakan
untuk hari-hari suci seperti natal, paskah, masa advent, lent, dan lain-lain. Penulis hymn disebut sebagai hymnist atau
hymnodist. Di gereja injili, lagu-lagu
tradisional barat masuk dalam golongan ini, sedangkan lagu-lagu baru
digolongkan sebagai contemporary songs. Pembedaannya lebih kepada gaya musiknya dan
seringkali ini yang menjadi masalah klasik di gereja-gereja injili saat
ini. Beberapa penulis hymn terkenal
adalah Charles Wesley, Fanny Crosby, Lina Sandell, Philip Bliss, Ira D. Sankey,dan lain-lain.
Kebanyakan
gereja beraliran reformed atau injil saat ini masih menggunakan lagu Hymn sebagai
bagian dari ibadahnya dan juga aransemen musik dengan gaya modern sehingga
dapat dinyanyikan dan dinikmati oleh semua kalangan. Namun beberapa mahasiswa memahami dengan pemahaman yang berbeda. Berikut
penjelasan tentang asas hymn yang dibagi dalam berbagai keperluan, yakni :
1. Hymn yang dinyanyikan sebagai tanda sukacita akan berita
kebangkitan Kristus. Pola-pola hymne semacam berasal dari karya Santo Ephraim
pada abad ke-4 di gereja tua Syria.
2. Hymn yang dikembangkan dan mencapai bentuk dalam gereja-gereja Latin. Pola ini dikembangkan oleh Santo Ambrosius pada akhir abad ke 4 Masehi.
3. Hymn yang dinyanyikan oleh gereja-gereja reformasi hasil terobosan dari Martin Luther. Pola ini menggunakan bahasa sehari-hari yang di mudah dipahami dan dinyanyikan oleh orang-orang karena melodi yang sederhana yang diambil dari lagu-lagu rakyat.
4. Hymn yang tumbuh secara khusus dalam gereja Inggris, yaitu gereja di luar reformasi Luther-Calvin.
2. Hymn yang dikembangkan dan mencapai bentuk dalam gereja-gereja Latin. Pola ini dikembangkan oleh Santo Ambrosius pada akhir abad ke 4 Masehi.
3. Hymn yang dinyanyikan oleh gereja-gereja reformasi hasil terobosan dari Martin Luther. Pola ini menggunakan bahasa sehari-hari yang di mudah dipahami dan dinyanyikan oleh orang-orang karena melodi yang sederhana yang diambil dari lagu-lagu rakyat.
4. Hymn yang tumbuh secara khusus dalam gereja Inggris, yaitu gereja di luar reformasi Luther-Calvin.
Kita lihat bahwa hymne dulunya
hanya dipakai sebagai ciri khas kristiani, tetapi sekarang hymn berkembang di
Indonesia sebagai nyanyian yang tidak harus gerejawi. Seperti kita ketahui ada
judul lagu-lagu Indonesia yang memakai kata hymn, misalnya : Hymne Pancasila,
Hymne Guru, dan masih banyak lagi. Tetapi ini semua tidak mengeser pengertian
kita tentang arti hymn yang sebenarnya yaitu pujian kepada Allah.
Biasanya
juga hymne kristiani berisi kata-kata yang diambil dari Alkitab, sehingga
mengandung unsur teologis. Kata-kata yang sering digunakan dalam hymn banyak
diambil dari kitab Mazmur, tak heran ada ratusan bahkan ribuan hymn yang
diciptakan diambil dari kitab Mazmur. Untuk itu sebagai orang-orang kristiani
kita perlu untuk memakai hymn sebagai dasar ibadah kita, supaya kita semakin mendapatkan makna teologis yang
terkandung di dalamnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar